Tahun yang fantastis, 365 hari yang penuh dengan pertunjukan metal show di Indonesia, namun dari beberapa band yang saya kenal justru memilih India sebagai salah satu tujuan dari tour mereka, sebut saja Metallica, RHCP, dan Iron Maiden. Tapi dari semuanya itu,kita patut bersyukur bahwa Indonesia menjadi tujuan baru dari pertunjukan show rock dan metal dan kita juga patut berterima kasih pada para promoter music metal, seperti Mipro (sekarang Lian Mipro), Solucite, bahkan Java Musikindo sendiri yang telah berani membawa Avenged Sevenfold. Megadeth dapat dikatakan metalshow terbaik di tahun 2007 di negeri ini, karena dari bulan ke bulan kita disuguhi dengan pertunjukan metal ..metal dan metal sebut saja Dragonforce, Sodom, Suffocation, Napalm Death, The Black Dahlia Murder
Banyak pengamat music menyebut bahwa tahun 2007 ini dijuluki sebagai the year of metal , hal ini didukung dengan fakta bahwa kuantitas dan kualitas band yang merilis album yang sangat meningkat diiringii dengan padatnya jadwal pertunjukan rock/metal di seluruh dunia dan sepertinya dunia rock/metal sudah memasuki sebuah dimensi baru . Dan tentu saja banyak sekali album2x metal yang diluncurkan di tahun ini, sehingga ada baiknya kita simak dahulu album album metal apa saja yang dapat dikatakan terbaik di genrenya
Untuk kategori melodic death metal, Rise of the Tyrant dari Arch Enemy merupakan karya yang cukup fenomenal, diikuti di belakangnya Soilwork dengan Sworn to a Great Divide dan juga kita tidak dapat melupakan album sedahsyat Fiction dari Dark Tranquillity Sementara the big four of thrash metal ikut meramaikan tahun ini, setelah Exodus meluncurkan album baru yang cukup fenomenal‘The Atrocity Exhibition’ , di medio 2007 kita dapat menikmati United Abominations dari Megadeth.Sementara new wave of Thrash metal menghadirkan comebacknya Machine Head dengan Blackening
Di bulan April kita bisa mulai menikmati dirilisnya ‘Systematic Chaos’ oleh the lord of progressive metal Dream Theater yang dikemas dengan 2 packaging ..dengan bonus DVD atau tanpa bonus DVD ..Dengan durasi 78.3 menit dapat dikatakan bahwa album ini cukup ‘easy listening’ dan sangat bersahabat bagi telinga saya, sementara Paradise Lost nya Symphony X dan Winds dengan Prominence and Demise membuntuti sebagai album progressive metal terbaik di 2007 ini. Sementara anak anak muda lainnya berhasil membuat sebuah hasil karya yang tak kalah fenomenal , yaitu Dillinger Escape Plan dengan Ire Works
Genre Power Metal juga tak kalah heboh-nya , di tahun ini rilisan Helloween dan Gamma Ray tentu saja meramaikan the year of metal ini sebagai sebuah acuan baru dalam bermusik. Sementar Gamma Ray cenderung membuat music dengan sentuhan Judas Priest , Helloween sengaja menyuguhkan sebuah cita rasa baru dalam karya mereka sehingga album Gambling with the Devil ini dapat dijadikan sebuah milestone dalam perjalanan karir mereka. Sementara Framing the Armageddon milik Iced Earth merupakan album terakhir Ripper Owen sebelum digeser oleh vokalis aslinya Matt Barlow
2007 merupakan sebuah tahun bagi kembali-nya maestro2x Black Metal, diawali dengan diluncurkannya Marduk dengan Rom-5;02, diikuti dengan Ordo ad Chao milik Mayhem dan ditutup oleh In Sorte Diaboli milik Dimmu Borgir . Tahun 2007 juga menjadi pilihan bagi rentetan bakat baru di dunia black metal untuk mengembangkan kreatifitas mereka, sebut saja Behemoth dengan Apostasy-nya, Nile dengan Ityphallic juga tak ketinggalan kembalinya the lord maelstrom Vital Remains.
Death metal merupakan genre yang kelihatannya agak sedikit terbelakangkan di tahun 2007 ini, kembalinya sang penjagal sebagai title album Obituary Nampak memberikan angin segar di tahun ini, sementara dimensi baru dari dunia death metal tersebut hanya tercetus dalam album Spiritual Apocalypse milik Monstrosity. Namun yang mencengankan justru datang dari dalam negeri ..SIKSA KUBUR dengan Podium -nya .. album yang sangat baik dari sisi production dan musikalitasnya ini layak dikedepankan sebagai duta bangsa di dunia death metal ini.
Militansi pasukan metalcore juga tidak dapat dikesampingkan di tahun 2007 ini, tercatat Chimaira dengan Resurrection-nya, The Black Dahlia Murder dengan Nocturnal -nya, seperti menggenggam asa dan dendam kesumat yang tinggi untuk menggapai puncak kreatifitas mereka, semua nya dimuntahkan dalam karya mereka di album itu, sementara Job for a Cowboy membuntuti dengan debut album Genesis. Tahun ini juga ditandai dengan comebacknya seorang maestro di dunia metal, ya Dino Cazares telah kembali dengan Divine Heresy yang memberikan dimensi baru bagi dunia metalcore , dan tentu saja 3 Inches of Blood juga telah berhasil ‘mengawinkan’ 2 genre music yang sebelumnya bersebrangan, Power Metal dan Metalcore …. What an effort ..!!!
Seorang vokalis baru , tentu saja bisa meruntuhkan kualitas karya dari sebuah band dan diikuti dengan menurunnya pamor band tersebut dan makin tidak laku-nya penjualan dari album band tersebut. Tapi hal tersebut berhasil dimentahkan oleh Nightwish dengan Dark Passion Play. Di album ini Nightwish berhasil mengembalikan supremasinya di genre Gothic Metal, sementara Within Temptation dengan ‘The Heart of Everything’ juga merupakan sebuah hasil karya yang sangat fenomenal di tahun ini.
So apakah di tahun 2008 ini kita bisa menikmati hasil2x karya seperti “the year of metal ‘ seperti tahun lalu ? Saya harapkan dengan dirilisnya Hate Eternal , Dismember, Decrepit Birth dan lain-nya kita bisa mengharapkan tahun yang lebih baik ,walaupun diawali dengan tragedy 9 februari kelabu lalu.