Opeth – biography

Opeth – biography

Asal usul kata Opeth

Opeth merupakan sebuah istilah yang digunakan dalam Novel berjudul Subird karangan Wilbur Smith yang berarti kota di bulan atau City of the Moon

Sejarah Opeth
Opeth merupakan band asal kota Stockholm Swedia, yang merupakan salah satu kota basis Death Metal dunia, sebut saja Dismember, Entombed, Carnage, Arch Enemy dan seabreg nama lainnya. band ini berdiri tahun 1990 oleh David Isberg ( sekarang David Isberg ini lebih terkenal dengan nama DJ Dake karena merambah dunia DJ , seperti halnya musisi ekstreme metal lainnya seperti Glenn Ljunstrom, Jesper Stormblad dari In Flames )

David kemudian mengundang Mikael Akerfeldt bergabung dengannya untuk membuat sebuah band Black/death metal. Mikael Akerfeldt sebenarnya merupakan teman David waktu kecil dan mempunyai band lainnya yaitu Eruption.
Lineup Opeth pada tahun tahun pertama ini sering bergonta ganti seiring dengan proses pencarian jati diri dan konsep musik sebenarnya yang masih ngambang, juga karena mereka terlibat juga dengan berbagai band lainnya. Ujungnya di tahun 1992 David Isberg keluar dari band ini dan memfokuskan diri di dunia DJ sampai sekarang.

ORCHID
Setelah band ini menemukan line up awal, dimana terdiri dari Peter Lindgren (gitar) , M.Akerfeldt ( gitar/vox ) , Johann de Varvalla dan Anders Nordin (drum) akhirnya OPETH membuat demotape yang dikirimkan pada berbagai perusahaan rekaman. Tanggapan positif datang dari Candlelight records label yang menaungi Emperor dan Enslaved, akhirnya OPETH merilis album ORCHID ini sebagai album debut yang selintas memiliki karakter eksplorasi musik black metal secara umum namun memiliki warna lain dibandingkan dengan band lain di era itu. Karakter OPETH dengan album Orchid ini mirip dengan Blackheim dengan Katatonia’nya, Akerfeldt dan Lindgren mencoba bereksperimen dengan musik jazz kontemporer dan musik rock progressive 70′an dengan struktur musik black metal di dalam ORCHID ini.

Konsep musik yang mereka tawarkan adalah musik dengan nuansa kelam, sederhana bukan horror yang berdarah darah seperti GORE METAL tapi cukup memberikan nuansa menakutkan bila kita menyimak album ORCHID ini. Lagu dengan durasi  mendekati 10 menit dengan variasi tempo dan struktur komposisi yang berbeda disuguhkan OPETH di album ini dan memberikan warna baru bagi musik Black Metal kala itu yang banyak didominasi musik tradisional Black Metal ala Mayhem dan Impaled Nazarene , Btw 2 lagu dari album orchid ini sempet nongol di Candlelight compilation  :)

Proses rekaman album ORCHID ini dikerjakan di Unisound Studio milik Dan Swano yang dikenal sebagai musisi juga di band Edge of Sanity , Nightingale dan sabreg proyek musik lainnya dan dikenal juga sebagai multi-instrumentalist :) ..ORCHID merupakan gebrakan dalam dunia musik ….khususnya black metal.

Ada cerita unik mengenai album ORCHID ini, yaitu gara gara proses mixing yang buru buru, akhir dari lagu Requiem ( lagu akustik-an gitar ) ditempatkan di awal lagu  ”The Apostle in Triumph” . Versi koreksi dari track ini diperbaiki di rilisan album Orchid di tahun 2000 dengan  bonus satu lagu  ”Into the Frost of Winter” yang nantinya nyambung  dengan track Advent di album Morningrise

MORNINGRISE
Karakter yang terbangun di era ORCHID makin menjadi jadi dengan membuat komposisi yang cukup kompleks di 5 lagu nya yang berdurasi 10 – 20 menit :) Karakter musik OPETH di album ini terbangun dengan konsep musik black metal , 70′s progressive rock juga tak lupa konsep musik jazz dengan kombinasi vokal shrieking sampai clean vox .

Salah satu lagu di album ini The Night and Silent Water didedikasikan oleh Akerfeldt bagi kakek-nya yang meninggal tepat sebelum proses rekaman album ini . Oleh karena itu Opeth nyaris tidak pernah membawakan lagu ini sampai kurang lebih 10 tahun kemudian di sebuah konser di kota New York . Lagu ini adalah salah satu landmark dari perubahan karakter musik black metal dengan mengandlkan hanya clean vox.

Lagu lainnya yang merupakan sejarah dari perkembangan musik Opeth di kemudian hari adalah lagu Black Rose Immortal yang berdurasi lebih dari 20 menit dan merupakan lagu terpanjang yang ada dalam sejarah diskografi Opeth
Gambar jembatan yang terdapat di cover album ini adalah jembatan Palladian terletak di Prior Park Bath, Inggris

Mikael Akerfeldt dalam salah satu wawancara merasa bahwa konsep musiknya banyak ditiru oleh musisi2x lain, oleh karena itu ia mencoba untuk memutar balikkan konsep musik OPETH menjadi jauh easy listening dan mudah diterima oleh telinga awam di album berikutnya ..My Arms your Hearse

 

Kontroversi

Seiring dengan tour keliling dunia untuk promosi album Monringrise, ada keretakan 2 kubu antara Akerfeldt dan Anders Nordin. 2 teman lama ini sempat bersitegang untuk konsep album Morningrise, dimana kontribusi mereka cenderung seimbang, namun tidak mungkin ada 2 jenderal dalam sebuah band, akhirnya Anders Nordin keluar dari band ini dan pindah ke Brazil. Tapi hal ini disangkal oleh Anders Nordin lewat sebuah interview dengan situs fanbased Opeth dari Brazil bahwa dia keluar dari Opeth karena beda visi dan dia ikut audisi drummer di band  lain yaitu KATATONIA, dan akhirnya selang berapa lam Anders pindah ke Brazil . FYI Anders ini memang aslinya orang Brazil tapi diadopsi oleh orang tuanya yang asal Swedia … :D Dan Johan DeFarfalla yang notabene pro dengan Anders juga tertendang setelah tour promo album Morningrise ini .
Selidik punya selidik ternyata motif Akerfeldt untuk memasukkan drummer Martin Lopez eks Amon Amarth yang cenderung lebih patuh dan memiliki konsep permainan jazzy yang lebih pas di mata AKerfeldt dibanding Nordin … :)

My Arms your Hearse
Album ini direkam oleh produser dan sound engineer baru, dia adalah Fredrik Nordstorm pastinya touch gothenburg sound lebih kenal nuansanya di album ini, karena beliau merupakan produser dari band2x Gothenburg lainnya seperti In Flames, Arch Enemy dan Dark Tranquillity. Sentuhan Fredrik terlihat di album ini sehingga album ini lebih groovy dan lebih bisa diterima oleh telinga awam, tidak terlalu njelimet seperti Morningrise.

Di album ini OPETH mulai mengembangkan sebuah concept album yang menggambarkan seseorang yang meninggal dan menjadi hantu. Cerita hantu ini berkaitan dan selalu mengelilingi wanita yang dia cintai. Cerita ini berlanjut dengan sebuah kondisi yang menggambarkan perasaan si hantu yang frustasi dan curiga bahwa di ceweknya ini nggak bener bener berduka atas kematiannya alias seneng  untuk cari cowok lain.. tapi si ceweknya ini nggak nyadar bahwa sebenernya si cowok ada di sekitar dia :)
Konsep musik progressive black metal yang dikembangkan oleh OPETH di dalam album ini memang sedikit mellow jika dibandingkan dengan Morningrise, karena topiknya adalah cinta

Musisi pendukung di album ini juga tercatat Fredrik Nordstorm sendiri dan juga Anders Friden dari In Flames juga turut nyumbang juga di album ini. Sementara porsi permainan bass seluruhnya dimainkan oleh Akerfeldt, karena Martin Mendez tidak sanggup untuk memainkan lagu2x OPETH di album ini, karena baru bergabung beberapa hari sebelum proses rekaman dilangsungkan ….

 

Still Life

Still Life merupakan album yang dibuat oleh Opeth di tahun 1999 dengan menggunakan Fredrik Nordstorm masih sebagai sound engineer . Still Life  merupakan album OPETH pertama kali yang menggunakan vox growl – deep grunt dengan clean vox yang saling melengkapi dengan karakter vox Akerfeldt yang dulunya banyak melantunkan dengan shrieking vox .
Album ini dinobatkan sebagai album OPETH yang paling laris … selain untuk komposisi musik  yang merambah wilayah death metal , tapi justru Still life ini adalah contoh perkawinan sukses antara 3 genre, yaitu death metal, black metal dan progressive rock yang justru makin menjauh-kan OPETH dari band band lain yang hanya sebagai copycat nya yang menjamur di tahun tahun ini.

Album ini juga bisa dikategorikan sebagai album OPETH yang paling rumit dari sisi permainan gitar, eksplorasi Akerfeldt dan Peter Lidgren semakin menjadi jadi di album ini, teknik permainan yang kompleks dipadukan dengan sound gitar yang kadang berubah dari akustik ke distorsi, begitupun sebaliknya.Hal ini bisa di lihat di salah satu track di album ini yaitu Benighted yang berisi komposisi gitar akustik dengan pengaruh jazz yang kuat, mirip dengan lagu Never Let Go milik Band Camel . Akerfeldt di salah satu interviewnya ( dokumentasi DVD Lamentation ) menyatakan influence OPETH sebenarnya adalah Camel dan Pink Floyd . Track”Face of Melinda” juga merupakan highlight di album ini yang bisa dikategorikan sebagai “soft song” dan cukup easy listening . Di track ini Akerfeldt hanya menggunakan clean vox 

Album ini memiliki masalah dengan peredaran-nya di USA, karena ada 2 label yang ngotot2x-an untuk mengedarkan album ini, yaitu Music For Nation dan sub-label-nya Peaceville/Snapper Records juga Century Black ( Candlelight Records USA ) .. Sehingga rilisan di USA ter-delay nyaris 2 tahun .. :)

Konsep dari album ini seperti album sebelumnya MAYH , bercerita tentang seseorang yang diusir dari suatu negeri karena alasan kepercayaan dengan agama-nya. Setelah 15 tahun diasingkan, orang ini kembali ke kampung halamannya demi bertemu dengan kabogohnya yang bernama Melinda. Melinda berhasil diyakinkan untuk kabur dengan orang ini ( still nggak dikasih tau namanya :D :D ) . Tapi Pihak gereja akhirnya mengetahui pelarian ini ..yang konon menurut lagu  “Serenity Painted Death”, pelarian ini hanya mewakan waktu semalam. Setelah berhasil dikejar , Pihak gereja berhasil menawarn Melinda dan menghukum mati Melinda.
Pria ini nggak terima dong, melihat sang kekasih hati dihukum mati, akhirnya dia mengejar juga orang yang membunuh Melinda dan berhasil membunuhnya, namun pertarungan ini mengakibatkan pria ini luka parah dan akhirnya tertangkap juga oleh pihak gereja. AKhirnya pria ini tewas di tiang gantungan, while di ujung hidupnya dia melihat Melinda di other side menunggunya ..

 

Dan anak dari Akerfeldt yang lahir di bulan September 2004, diberi nama Melinda untuk menghormati karakter yang ada di album ini

 

BlackWater Park
Album Blackwater Park ini gw nggak bisa ngomong banyak deh .hehehe … yang pasti album ini adalah bukan album konsep kayak MAYH dan STILL LIFE. Tapi secara musikalitas album ini adalah the best nya OPETH ..paling mudah diterima oleh seluruh kalangan metal, apakah itu dari kalangan proggers, death metal dan black metal. Kenapa ..? Karena dari sisi sound dan production qualitynya yang lebih baik dari STill Life.
Satu lagi bahwa Blackwater Park ini adalah salah satu pembuktian Lindgren dan AKerfeldt yang ingin merambah ke kawasan Folk music scandinavia yang betul betul dbuktikan lewat lagu lagu mereka seperti The Drapery Falls dan Dirge for November

Album ini adalah album pertama OPETH yang mulai diproduseri oleh Steven Wilson dari Procupine Tree yang mengakibatkan komposisi musik OPETH menjadi sebuah band progressive black/death metal yang modern. Track pembuka The Leper Affinity merupakan landmark dari OPETH menggabungkan konsep musik death metal dengan progressive dan rata rata track pembuka OPETH di album2x berikutnya seperti di album Deliverance dan Ghost Opera eh salah …. Ghost Reveries

ALbum ini juga membuat pamor OPETH makin membaik, terbukti dengan dibuatnya beberapa versi dari album ini untuk radio edit yaitu track Harvest dan The Drapery Falls. Dan mulai di album ini OPETH membuat Video klip untuk lagu Harvest :)

Hanya satu kata untuk album Blackwater Park … SUPERB ..!!!! Mungkin dari sisi penjualan sedikit dibawah Still Life, tapi bagi orang yang baru mengenal OPETH atau mau icip icip OPETH saya rekomendasikan ..LISTEN TO THIS first ..!!!! kalo cocok baru lanjut ..kalo tidak .silakan tinggalkan hehe :)

Still Day Beneath the Sun

Still Day Beneath the Sun adalah sebuah mini album yang dibuat sangat terbatas dalam format 7″ alias EP atau mini LP , berisikan 2 lagu yang ditujukan untuk promo album Damnation. Album ini konon hanya diedarkan 1000 keping dengan vinyl warna hitam , 100 keping untuk vinyl warna abu abu dan 24 keping untuk promo / test produksi. Mini album ini adalah salah satu bahan collectible item dari OPETH , dan sadisnya lagi 2 lagu yang ada di album ini muncul di versi CD Blackwater Park versi Jepun (re-release Avalon ) dan untuk versi rilisan ulang dari Blackwater Park (versi 2 cd ) plus satu video klip “harvest’

Album Kembar : Deliverance dan Damnation

Deliverance

Album Deliverance dan Damnation merupakan album OPETH yang direkam pada waktu bersamaan ..namund dirilis di waktu yang berbeda , (jeda nyaris setahun ). Album ini dipertimbangkan sebagai album OPETH yang paling kenceng, dan keras ..berbanding terbalik dengan Damnation yang merupakan album paling mellow  dari OPETH dan mirip album progressive rock 70′s , dan 2 album ini masih diproduseri oleh Steven Wilson

Eksperimen album Deliverance terutama berada di sisi komposisi yang kompleks, konsep musik  progressive – death metal cocok diterapkan di album ini, dan Opeth menjawab keragu-raguan fans, bahwa Opeth could not play and make harder music ..dibuktikan di album Deliverance . Album yang menjadi milestone untuk band progressive-death metal di kemudian hari. Album ini bahkan mendapatkan penghargaan sebagai the best hard rock album dalam Swedish Grammy Awards 2002 , while di utara ..The Kovenant meraih penghargaan sebagai best hard rock album lewat Animatronicsnya

Deliverance adalah album, dimana Opeth memainkan lagi komposisi instrumental yang sebelumnya ada di Morningrise, and an instrumental track clocking at a little over 2 minutes. Eksplorasi Opeth berlanjut di album ini terutama permainan time signatures , ketukan syncop di sisi drumming ( Martin Lopez emang mantep banget )  kemudian paduan dual ritem gitar yang terus menerus digeber oleh duo gitar Lindgren dan Akerfeldt ..terlihat di lagu Deliverance dan  “By the Pain I See in Others” .. Bila anda suka musik muntah kolak ..pokoknya album ini cocok untuk anda .. :)

Seperti album sebelumnya, Blackwater park yang didedikasikan pada band progressive rock 70′s. Lagu Master’s Apprentice yang terdapat di album ini didedikasikan juga pada band progrock 70′s asal Australia .

Deliverance juga menawarkan beberapa trivia, yang saya ingat adalah di akhir lagu By the Pain I See in Others setelah ada jeda lama di akhir lagu, ada semacam nyanyian yang bila di setel berlawanan arah, nyanyian ini adalah lanjutan dari intro yang terdapat dari Master’s APprentice .. ( bisa terdengar di versi LP nya ) …kalau cd muter reverse nya gimana yah ..?

Damnation

Damnation adalah sebuah album yang notabene adalah eksperimen dari Akerfeldt untuk membuat satu album pure progressive rock. Ide ini muncul ketika proses rekaman Damnation dan Deliverance, karena ide2x yang muncul dari Lindgren dan Akerfeldt sangat banyak dan tidak tertampung dalam satu album. Karena awalnya Damnation dan Deliverance were not meant to be 2 albums ..tapi hanya satu album saja, berkat ide Steven Wilson inilah akhirnya dipecah menjadi satu album Garis Keras –> Deliverance dan satu album mellow –> Damnation. Tapi ide2x AKerfledt nampaknya tidak termuntahkan secara total di 2 album ini, nampak setelah proses rekaman album ini, beliau cangkruk di Bloodbath ( untuk sisi kerasnya ) dan Sörskogen ( untuk sisi mellow-nya ) , kedua side project ini dibuat Akerfeldt bersama teman lamanya Anders Nystrom ( Blackheim) dari Katatonia dan Dan Swano ( Edge of Sanity ).

Ide Steven Wilson juga terjabarkan menjadi satu buah lagu, berjudul Death whispered a LUllaby yang terdapat dalam album ini . Dan satu lagi ..di album ini nyaris non-growl ..alias full Akerfeldt menyanyi dengan clean vox dan semakin mentasbihkan Damnation sebagai perwakilan album OPETH untuk era progressive rock 70′s . Dan dua album ini didedikasikan bagi nenek-nya Akerfeldt yang meninggal akibat kecelakaan mobil selama proses rekaman album Deliverance dan Damnation ini.

No more to say , if you’re truly 70′s progressive rock fans .you can start it by listen to this damned Damnation  :)

Lamentation

Lamentation adalah DVD pertama secara official dari Opeth yang berisikan penampilan mereka di Shepherd’s Bush Empire plus wawancara dengan seluruh personel OPETH plus Steve Wilson dan dokumentasi proses rekaman Deliverance dan Damnation. DVD ini berisikan 2 setlist, dimana setlist pertama berisikan seluruh lagu dari album Damnation plus satu lagu Harvest dari Blackwater Park dimana disebut sebagai soft part  kemudian dilanjut dengan Hard Part . Namun sayang , lagu Demon of the Fall yang merupakan penutup konser ini tidak dapat ditayangkan dalam DVD, karena masalah legal issue dengan label lama-nya, karena lagu Demon of the Fall ini dulunya dirilis di label Century black ( terdapat dalam album My Ams your hearse ) . Tapi lately ada kemungkinan untuk merilis ulang DVD ini, karena pihak Roadrunner bisa nego dengan label lamanya Opeth untuk menghadirkan kembali track legendaris ini yang merupakan langganan track penutup tiap konser Opeth.

 

Ghost Reveries

Ghost Reveries disebut sebagai kembali-nya Opeth pada konsep album seperti Still life , dan mengembalikan OPETH pada khitah-nya sebagai band Black/Death metal, sehingga komponen Progressive-nya lebih ringan dibanding dengan album lainnya, dan eksperimen tersebut terus dikembangkan dengan seringnya perubahan tempo secara dinamis . Opeth pada album ini kembali menggunakan konsep album dengan cerita seorang pria  yang terobsesi dan dihantui karena dia membunuh ibunya sendiri.

Di album inilah secara resmi, Per Wiberg keyboardist asal band Spiritual Beggars menjadi personel Opeth , setelah sebelumnya memperkuat band ini selama promo album Deliverance dan Damnation dan sempat terdokumentasi pada DVD Lamentations :)

Namun pemaksaan Akerfeldt di album ini cenderung kurang pas untuk memasukkan lagu Isolation Years yang secara lirik kurang pas dengan tema album Ghost Reveries ini. Konon karena ketidakpuasan inilah yang memancing Lindgren untuk keluar dari band ini di mid.2007 despite official statement yang dibuat oleh-nya yang menyatakan kecapean dan bosan untuk melakukan tour promo album merupakan alasan utamanya keluar dari Opeth.
Setelah album ini juga, Drummer Martin Lopez terpaksa mengundurkan diri karena sakit aneh yang dideritanya, selain serangan jantung dan kondisi darahnya yang tidak normal mengakibatkan keletihan yang sangat bila dia melakukan tour promo album berbulan bulan. Dan akhirnya setelah album ini, hadirlah 2 orang personel pengganti dari OPETH, yaitu Martin Axe Axenrott seorang drummer yang sempat bersama Akerfeldt di Bloodbath. dan Fredrik Akesson eks Arch Enemy

Prestasi lain dari album ini adalah dimasukkannya album ini pada majalah Guitar World sebagai salah satu greatest 100 guitar albums of all time dalam urutan no.54

Personel sekarang :


Leave a Reply

comments-bottom

Featured Posts

Sensor CCD dan CMOS Posted by author icon admin Oct 10th, 2011 | no responses
2007 : Tahun yang Fa... Posted by author icon admin Oct 10th, 2011 | no responses
Tips Membeli Kamera ... Posted by author icon admin Oct 10th, 2011 | no responses

Random Posts

Helloween – Ga... Posted by author icon admin Oct 9th, 2011 | no responses
Hail-o ..!!! Posted by author icon admin Oct 5th, 2011 | Comments Off

Top Rated Posts

Sensor CCD dan CMOS Posted by author icon admin
Google Analytics plugin by forextrading7
Seo 1 plugin by casino-riva online