Resensi Buku MYSELF : SCUMBAG – Beyond life and death

Resensi Buku MYSELF : SCUMBAG – Beyond life and death

Penulis : Kimung

Penerbit : MinorBooks ( Jl Cijerah tengah no. 90 RT 02/05 Bandung )

Tebal : 368 halaman

ISBN : 979-25-5892-6

Buku ini menuangkan sisi humanis dari seorang Ivan mencakup kehidupan keseharian nya dan proses berdiri-nya Burgerkill yang telah membesakannya, membesarkan komunitas Ujungberung Rebels sehingga semakin mengangkat nama Bandung sebagai barometer musik Indonesia, sekaligus band metal pertama yang telah menjebol label besar, kemunian berani meninggalkan label raksasa tersebut.

Tidak salah bila kota Bandung dianggap sebagai barometer musik Indonesia, dari aliran musik metal, Burgerkill merupakan  band metal pertama yang fenomenal yang terlahir dari komunitas musik bawah tanah Ujungberung. Dan seorang Ivan, sang pendobrak, nafas dari Band Burgerkill itu sendiri. Ivan atau dikenal dengan julukan Scumbag Begundal Hardcore Ugal-ugalan itulah itulah sosok yang terlahir dari keluarga sederhana, memiliki minat seni musik dari kecil, dan jatuhlah pilihannya pada musik Metal, Sepultura, Metallica adalah sumber inspirasi bagi Ivan untuk terus berkarya memainkan musik-  musik keras, menciptakan lagu-lagu keras. Berkembangnya dinamika pergerakan musik bawahtanah Bandung mempertemukan berbagai komunitas musik di Bandung,.Studio Palapa di Ujungberung  juga merupakan tempat berkumpulnya band-band metal. Keterampilan Ivan membuat komposisi lagu, menyusun pola-pola lirik semakin terasah tatkala tergabung dalam band Infamy, tema lirik bernuansa politik dan kematian terasa sangat kental. Karena seorang Ivan yang memiliki semangat dan kreatifitas yang tinggi, tak heran bila Ivan diajak gabung ke band lain walaupun Ivan telah memiliki Infamy. Dan Mei 1995 bersama Eben, Kimung dan Kudung, Ivan pun tergabung dalam band yang menamakan diri Burgerkill.

Penulis sangat piawai dalam menuangkan sisi kehidupan dan perjuangan dari seorang Ivan, cerita yang detail dan komunikatif membuat pembaca yang sama sekali belum mengenal Ivan pun akan terkuak dengan mudah setelah membaca buku ini seakan akan pembaca dibimbing pada kehidupan pribadi Ivan dan kita bisa menilaidan mengenal mengenal Ivan lebih jauh. Seorang anak band metal yang memiliki sisi romantis percintaan, keluguan, religi bahkan kemanjaan (ketika SMA Ivan masih minta disuapin oleh Mak Uun, neneknya), makin membuat pembaca memahami karakter Ivan. Penulis juga menggunakan kedekatan emosional yang tertuang secara apik dengan rangkaian kata kata yang mendeskripsikan kedekatan penulis dengan Ivan Scumbag yang dapat disebut sebagai legenda dalam scene Metal Bandung, dan Indonesia..

Penulis berusaha membimbing pembaca untuk melihat sosok Ivan mulai dari masa kecil yang dibesarkan dari kurangnya kontrol dari keluarga dan semasa remaja , Ivan kerap berpindah asuhan, sehingga figure keluarga sebagai kontrol dirinya cenderung semakin membias. Pola pikir yang tidak terkendali yang sangat kontradiktif dengan bimbingan keagamaan yang ia dapatkan dan bersifat dogmatis. Pendekatan dan pemahaman yang selintas ternyata tidak cukup dalam membentengi diri dari sisi pendobrakan dari relung jiwa Ivan. Hal ini mulai dituntun oleh penulis lewat perkenalan Ivan dengan komunitas musik metal , sebuah komunitas dimana almarhum mendapatkan pengaruh yang kuat dan militant dari orang orang di dalamnya. Ivan dengan mudah bisa membaur dalam lingkungan ini, karena memiliki bakat musik yang luar biasa dan pribadi yang sangat supel, polos dan bersahabat. Tanpa terasa pengaruh drugs  dan alcohol juga mewarnai kehidupan Ivan, dan diuraikan secara gambling oleh penulis di bab Purnawarman Fever. Komunitas ini pula yang menjadi tempat berlindung paling nyaman, sekaligus tempat eksplorasi spiritual Ivan untuk bisa menjawab kegamangan nilai ,norma dan dogma dalam dirinya.

Konflik besar dalam diri Ivan sang vokalis Burgerkil ldimulai ketika mencoba dan sampai mendalami dunia kelam yang diwarnai drugs dan alcohol tersebut. Konflk antara penasaran dan gengsi ABG , dengan bisikan alim dalam jiwanya digambarkan dengan jelas beserta illustrasi gambar di dalamnya. Konflk inilah yang merongrong kestabilan jiwa Ivan secara perlahan baik hubungan dengan band, kekasih dan keluarganya dan diperparah dengan meninggalnya sang ayah dan merupakan satu satunya dari keluarga Ivan yang dianggap sebagai kontrol dan stabilitas keluarga. Rasa kecewanya tersebut semakin terlampiaskan dengan manifestasi kecanduan drugs  dan alcohol yang akhirnya malah dapat dimanifestasikan dengan berbagai karyanya berupa lirik lirik Burger Kill dalam album Berkarat dan album terakhirnya Beyond Coma and Despair yang cenderung merupakan cerita nyata dalam kehidupan keseharian dari sang maestro, Ivan.Scumbag

Akhir hayat sang maestro komunitas bawah tanah itu telah diceritakan secara detail mulai dari hadirnya Ivan di ulang tahun adiknya, Ricky di Rancaekek, proses dirawatnya Ivan di Rumah Sakit Ujungberung, sampai dimakamkan di TPU Dangdeur Rancaekek di sebelah makam sang ayah tercinta, Indonesia telah kehilangan seseorang yang cukup fenomenal dan buku ini dapat merefleksikan perjalanan hidup Ivan, Scumbag sang begundal Hardcore ugal ugalan dari Bandung .

ditulis untuk ruang baca koran tempo
http://www.ruangbaca.com/ruangbaca/?doky=MjAwNw==&dokm=MTE=&dokd=Mjc=&dig=YXJjaGl2ZXM=&on=VUxT&uniq=NTgz 


Leave a Reply

comments-bottom

Featured Posts

Sensor CCD dan CMOS Posted by author icon admin Oct 10th, 2011 | no responses
2007 : Tahun yang Fa... Posted by author icon admin Oct 10th, 2011 | no responses
Tips Membeli Kamera ... Posted by author icon admin Oct 10th, 2011 | no responses

Random Posts

Hail-o ..!!! Posted by author icon admin Oct 5th, 2011 | Comments Off
Helloween – Ga... Posted by author icon admin Oct 9th, 2011 | no responses

Top Rated Posts

Sensor CCD dan CMOS Posted by author icon admin
Google Analytics plugin by forextrading7
Seo 1 plugin by casino-riva online